Senin, 10 Desember 2012

pengembangan keputusan dan laporan-laporan manajemen

Manajer dan pengambilan keputusan
manajer adalah orang yang bertanggungjawab atas hasil kerja satu orang atau lebih dalam suatu organisasi.
 -Tugas-tugas manajer
1. Managerial cyle atau siklus pengambilan keputusan, membuat rencana, menyusun organisasi, pengarahan organisasi, pengendalian, penilaian dan pelaporan
2. Memotivasi, seorang mnajer harus dapat mendorong bawahanya untuk untuk bekerja giat
3. Manajer harus dapat memenuhi semua kebutuhan para bawahanya
4. Manajer harus daapat menciptakan kondisi yg membantu bawahanya menda[patkan kepuasaanya dalam pekerjanya
5. Manajer harus berusaha agar para bawahan bersedia memikul tanggung jawab
6. Manajer harus membina bawahanya agar dapat bekerja secara efektif dan efidien
7. Manajer haruds membenahi fungsi2 fundamental
8. Manajer harus mewaakili dan membina hubungan yg harmonis dg pihak luar
- Tingkatan manajemen
1. Top manaagemet: semua anggota board of director
2. Middle management, kepala bagian, kepala seksi, kepala divisi
3. Lower management, suverpisory, para kepala atau mandor
 -Pemimpin Menurut G.R Terry
G. R. Terry yang dikutif Maman Ukas, bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6, yaitu :
1. Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership). Dalam system kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan.
2. Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership). Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan.
3. TIpe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership). Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan-peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
4. Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership). Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. Agar setiap anggota turut bertanggung jawab, maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan, dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan pencapaian tujuan.
5. Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership). Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya.
6. Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership). Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin mereka berlatih dengan adanya system kompetisi, sehingga bisa menimbulkan klik-klik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur berkecimpung.[3]
Selanjutnya menurut Kurt Lewin yang dikutif oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Otokratis, pemimpin yang demikian bekerja kerang, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan yang berlaku dengan ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
2. Demokratis, pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanaan tujuannya. Agar setiap anggota turut serta dalam setiap kegiatan-kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan.
3. Laissezfaire, pemimpin yang bertipe demikian, segera setelah tujuan diterangkan pada bawahannya, untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif, semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya, sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan.[4]
Berdasarkan dari pendapat tersebut di atas, bahwa pada kenyataannya tipe kepemimpinan yang otokratis, demokratis, dan laissezfaire, banyak diterapkan oleh para pemimpinnya di dalam berbagai macama organisasi, yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Dengan melihat hal tersebut, maka pemimpin di bidang pendidikan diharapkan memiliki tipe kepemimpinan yang sesuai dengan harapan atau tujuan, baik itu harapan dari bawahan, atau dari atasan yang lebih tinggi, posisinya, yang pada akhirnya gaya atau tipe kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin, terutama dalam bidang pendidikan benar-benar mencerminkan sebagai seorang pemimpinan yang profesional.
Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambilan keputusan (decision maker) yang hasilnya keputusan (decision).
Defenisi-defenisi Pengambilan Keputusan Menurut Beberapa Ahli :
G. R. Terry
Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
Harold Koontz dan Cyril ODonnel
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindakadalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
Theo Haiman
Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.
Chester I. Barnard
Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.
Dasar Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain. Sifat subjektif dari keputusuan intuitif ini terdapat beberapa keuntungan, yaitu :
1. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
2. Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan.
Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat Untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan. Akan tetapi, pengambilan keputusan ini sulit diukur kebenarannya karena kesulitan mencari pembandingnya dengan kata lain hal ini diakibatkan pengambilan keputusan intuitif hanya diambil oleh satu pihak saja sehingga hal-hal yang lain sering diabaikan.
Pengambilan Keputusan Rasional
Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai masyarakat yang di akui saat itu.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta
Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya pengambilan keputusan didukung oleh sejumlah fakta yang memadai. Sebenarnya istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
Sering kali terjadi bahwa sebelum mengambil keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah kasus seperti ini sebelumnya pernah terjadi. Pengingatan semacam itu biasanya ditelusuri melalui arsip-arsip penhambilan keputusan yang berupa dokumentasi pengalaman-pengalaman masa lampau. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya, maka pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan tersebut sama atau tidak dengan situasi dan kondisi saat ini. Jika masih sama kemudian dapat menerapkan cara yang sebelumnya itu untuk mengatasi masalah yang timbul.
Dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang
Banyak sekali keputusan yang diambil karena wewenang (authority) yang dimiliki. Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien

pelaporan kepada manajemen
Sistem Pelaporan Manajemen ( Management Reporting System)
sitem pelaporan manajemen bertujuan untuk mengumpulkan data yang kemudian diproses untuk menghasilkan informasi atau laporan yang diperlukan oleh manajer dalam menentukan perencanaan dan mengambil keputusan. Beberapa jenis pelaporan manajemen yang sudah dikenal dan dinyatakan, sebagai berikut :
1.Laporan Detail (Detail Report). Laporan yang memuat informasi detail dari setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan waktunya serta informasi detail lainnya.
2.Laporan Ringkas(Summary Report). Laporan ini memuat beberapa informasi penting yang diperlukan, yaitu pada manajemen pada level yang lebih tinggi.
3.Laporan Pengecualian(Exception Report). Merupakan laporan yang menyampaikan beberapa penyimpangan atas strandar tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
4.Laporan Atas Permintaan(On Demand Report). Laporan ini dilaporkan atas dasar permintaan saja.
Sistem Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan(Decision Support System)
System ini secara terprogram mampu menjawab beberapa kasus dalam perusahaan yang menyangkut jawaban atas pertanyaan “bagamana apabila”. Decision Support Systemdapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

sumber :  http://zzzfadhlan.wordpress.com/2011/11/27/pengenalan-sistem-informasi-manajemen//

Senin, 03 Desember 2012

pengembangan sistem

 PENGEMBANGAN SISTEM : SUATU SURVEI
KONTEKS ORGANISASIONAL PENGEMBANGAN SISTEM

Pengembangan system adalah prosesmemodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi.
Konteks Pengembangan Sistem :
Konteks pengembangan yang dimulai dari “Pemakai “ sebagai fungsi organisasional yang
membutuhkan pemrosesan data computer dengan menggunakan “ Sistem Informasi “ Tahap-tahap kebutuhan system pemakai adalah analis system yang berfungsi untuk mendefinisikan kebutuhan
informasi spesifik si pemakai melalui empat tahap,yaitu :
Survei system berjalan mengidentifikasi kebutuhan informasi si pemakai mengidentifikasi kebutuhan system yang perlu untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai penyajian analis system
Hasil dari analis system dilanjutkan ke perancangan system sebagai formulasi spesifikasi rinci dari system yang telah dianalisa yang terdiri dari tiga tahap :
· Evaluasi rancangan alternative
· Penyajian spesifikasi rancangan rinci
· Penyajian laporan perancangan system
Kemudian hasil di implementasikan di tahap opersi dengan mengopersikan peralatan-peralatan computer.Hasil akhir dari pengembangan system adalah pemakai akhir yang akan didukung oleh pemrosesan data lainnya.
SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM
Rekayasa Ulang Bisnis
Rekayasa ulang bisnis didukung oleh beberapa faktor,
diantaranya :
Gerakan Gugus Kinerja Mutu – Total Quality Performance (TQP) dalam bisnis perkembangan tren layanan informasi
Aktivitas-aktivitas rinci tersebut adalah :
Analis : Penilaian Kelayakan, Analis informasi
Perancangan : Perancangan system, Pengembangan program,Pengembanganprosedur
Implementasi : Pengubahan, Opersi dan Pemeliharaan, Post Audit dan penelaahan.
TINJAUAN ATAS DOKUMENTASI PENGEMBANGAN SISTEM
Oleh NUR YANNY ELTIA 09121076
Dokumentasi sistem adalah pendukung pengendalian.Pendukung pengendalian berupa pengembangan sistem.Format khusus dari dokumentasi pengembangan sistem biasanya di sebut dalam standar-standar dokumentasi pengembangan sistem organisasi.
Contoh
pengendalian-pengendalian dokumentasi dalam siklus hidup pengembangan sistem
Tahap Dokumentasi perancangan dan analisis sistem Studi kelayakan diagram arus logis
kamus-kamus data spesifikasi pemakai perancangan konseptual perancangan sistem laporan
perancangan sistem.
Bagan arus,tabel keputusan,Deskripsi program,Prosedur-prosedur operasi
Menjalankan manual deskripsi file prosedur-prosedur masukan data Implementasi, evaluasi,
dan Perancanaan pengubahan pengendalian sistem Perancanaan pengujian skedul operasi
Audit dan penelahaan sistem Perencanaan audit Tanggapan pemakai
PERAWATAN STANDAR-STANDAR DOKUMENTASI SISTEM
Perawatan standar-standar dokumentasi sistem dan penggunaannya secara konsisten di dalam pengembangan sistem merupakan tugas utama dalam suatu organisasi.
Dokumentasi sistem menggunakan tehnik-tehnik analisis yang terstruktur. Tehnik-tehnik ini berbentuk tabular atau matriks dan digunakan dalam pola top-down dengan perbaikan yang cukup banyak.
Keuntungan dokumentasi :
1. Meyakinkan seluruh pertimbangan dan tindakan-tindakan relevan
2. Menyediakan media penelaahan proyek yang efektif bagi manajemen dan pihak-pihak lain
3. Penting untuk mengoperasikan dan memelihara sistem satu-satunya kekurangan dokumentasi adalah pekerjaan harus selalu memproduksi dokumentasi.
Pekerjaan itu sendiri seringkali bersifat repetitif, makan waktu, dan tampak sebagai tugas yang tidak menyenangkan bagi orang-orang kreatif.
Jadi, pendekatan otomasi untuk dokumentasi sistemmemang sesuatu yang sangat layak sistem manajemen proyek terotomasi juga menghasilkan dan memelihara dokumentasi yang diwajibkan.
Rekayasa Ulang
Proses pengutipan segmen-segmen kode yang digunakan ulang, dari perangkat lunak yang ada, kemudian merestrukturisasikan kode ini untuk meningkatkan efisiensi dan kegunaan ulangnya. Perekayasaan ulang merupakan usaha untuk membuat perangkat lunak lebih mudah diciptakan, lebih sederhana untuk digunakan dan dapat digunakan ulang. Keuntungan utama OOP adalah bahwa obyek dapat digunakan ulang.
*Pengendalian Perubahan Program
Pengendalian perubahan program memperhatikan pemeliharaan program aplikasi. Tujuan pengendalian itu adalah untuk mencegah penggelapan yang potensial dan perubahan yang tidak terotorisasi sebelum program-program diuji dan disetujui.
Pemisahan Tugas
Tujuannya adalah menampilkan seluruh perubahan program secara efektif. Orang yang bertanggung jawab atas daftar perubahan pencatatan program memberitahu pemrogram-pemrogram atas permintaan perubahan secara tertulis yang berfungsi sebagai otorisasi bagi para pemrogram untuk memperoleh rangkapan program produksi dan dokumenyang berkaitan.
Pengendalian Dokumentasi
Dokumentasi dan penelaahan atas penambahan perubahan-perubahan ke program produksi juga penting dalam pola yang serupa dengan yang telah dibahas, yaitu sebagai pemisahan fungsi dalam proses ini. Jika aktivitas-aktivitas pemeliharaan dibatasi untuk periode waktu tertentu, penelaahan statistik sistem pengoperasian memberikan pengendalian atas perubahan-perubahan yang tidak terotorisasi yang dapat dibuat selama periode waktu yang tidak terotorisasi.
Pertimbangan-pertimbangan Manajemen
Dari sudut pandang manajemen, pemeliharaan harus dipertimbangkan sebagai pengembangan sistem dalam skala kecil. Untuk mengurangi perubahan yang harus dibuat dalam situasi krisis, kemungkinan dengan menetapkan skedul untuk menelaah dan menanggapi komentar pemakai setiap aplikasi secara bergantian.
Teknik pemrograman terstruktur (SP), dokumentasi yang memadai dan penggunaan basis data dan atau bahasa pemrograman berorientasi obyek tingkat tinggi akan membantu meningkatkan daya pelihara program.
*Administrasi Basis Data
=> hal penting dalam perancangan dan pengendalian seluruh elemen manajemen data dan sistem basis data. Fungsi yang dijalankan administrasi basis data tidaklah baru. Fungsi ini, seperti pendefinisian data dan keamanan data, secara tradisional dilaksanakan secara terpisah dan berkas-berkas yang berkaitan. Aktivitas pengendalian utama administrasi basis data adalah menetapkan standar-standar dan dokumentasi untuk elemen-elemen data dalam basis data. Administrasi basis data harus membantu dalam memecahkan masalah ketidakcocokan dan koordinasi dan komunikasi dan diantara kelompok-kelompok basis data. Sebagai bagian proses perancangan, administrasi basis data harus berkaitan dengan pembuatan keamanan,keterpaduan,pembagian data,pemulihan atau backup dan jejak audit.
*Keterlibatan Auditor dalam Pengembangan Sistem
Kemampuan sistem pemrosesan data untuk diaudit tergantung pada sistem pengendalian yangdibangun dalam sistem selama pengembangannya.
Auditor intern meyakinkan bahwa audit yang diperlukan dan lingkup pengendalian dibangun dalam sistem yang berdasar komputer.
*Penggunaan tekhnik-tekhnik lanjutan
Tekhnik-tekhnik pengembangan aplikasi lanjutan mencakup antara lain adalah metodologi pengembangan sistem,bahasa generasi-keempat,pengembangan berdasar-PC,CASE,prototyping,tekhnik-tekhnik pemrograman berorientasi obyek.
Tekhnik manajemen proyek -> pusat dari siklus hidup pengembangan sistem yang terkendali dengan baik.Manajemen proyek dimulai dan akan memperhatikan masalah-masalah terperinci analisis,perancangan,pemrograman,pengujian,implementasi,operasi dan pemeliharaan proyek.Seleksi Proyek biasanya merupakan tanggung jawab dewan pengarah atau unit organisasi lain untuk menjamin adanya partisipasi pemakai dalam proses seleksi.

aplikasi produksi dan keuangan


 Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan

Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan
Aplikasi siklus pendapatan dan pengeluaran. Aplikasi siklus pendapatan -Siklus pendapatan memproses transaksi akuntansi yang mencatat empat peristiwa ekonomi : permintaan barang dan jasa oleh pelanggan, pengiriman barang atau jasanya, permintaan pembayaran, dan tanda terima pembayaran.
-Pada siklus pendapatan, sistem yang terkomputerisasi menggunakan empat sistem aplikasi :
§ Aplikasi entri pesanan.
§ Aplikasi Pengiriman.
§ Aplikasi pengajuan rekening.
§ Aplikasi tanda terima kas.
-Aplikasi siklus pengeluaran -

-Pada siklus ini, sistem akuntansi yang didasarkan pada komputer menggunakan empat aplikasi :
§ Aplikasi pembelian.
§ Aplikasi penerimaan.
§ Aplikasi surat bukti.
§ Aplikasi disbursemen kas.

2. Aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan.
-Aplikasi siklus produksi
-Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
§ Perancangan Produk
§ Perencanaan dan Penjadwalan
§ Operasi Produksi
§ Akuntansi Biaya
-Aplikasi siklus keuangan
-Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.
  • diagram arus data (DFD) aplikasi pengendalian produksi
Dalam DFD (komposisi paket data dan komposisi penyimpanan data). Kamus data dibuatkan berdasarkan arus data dan penyimpanan data juga harus terdapat didalam kamus data, sehingga bila pemakai membaca dan ingin lebih lanjut mengenal tentang suatu arus data atau penyimpanan data  dapat mencari langsung dalam kamus data.

Menurut Al Bahra bin Ladjamudin B (2004:169)[10] “Diagram aliran data merupakan model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. Salah satu keuntungan menggunakan diagram aliran data adalah memudahkan pemakai atau user yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan”.
Sedangkan menurut Mahyuzir (2009:277)[11] “Diagram alir data (DFD = Data Flow Diagram) adalah teknik grafik yang digunakan untuk menjelaskan aliran informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran”.
Salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem adalah DAD (Diagram Arus Data). Penggunaan DAD dalam modeling tolls dipopulerkan oleh Tom DeMarco pada tahun 1978 serta Gane dan Sarson pada tahun 1979 dengan menggunakan  metode pendekatan metode analisis sistem terstruktur (Structured System Analysis).

  • Produksi Just-In-Time (JIT)

Penelitian ini bersifat studi kasus pada PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri. Judul penelitian ini adalah “ Penerapan Just In Time (JIT) untuk meningkatkan Efisiensi biaya Produksi pada PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi terutama bagian persediaan berkaitan dengan penerapan JIT, serta bagaimana JIT dapat meningkatkan efisiensi pada biaya produksi. Hasil penelitian bertujuan mengetahui tingkat efisiensi biaya produksi jika menggunakan JIT dibandingkan dengan yang digunakan perusahaan.
Konsep JIT dilandasi pemikiran untuk menghilangkan segala bentuk pemborosan yang terjadi dalam aktivitas produksi. Persediaan bahan baku bisa menjadi sumber pemborosan jika tidak dikelola dengan baik, serta dalam penentuan model persediaan juga harus tepat. Model persediaan yang tepat bermanfaat untuk mengontrol jumlah bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi. Manfaat dari konsep JIT salah satunya adalah menekan jumlah persediaan bahan baku pada tingkat minimum sehingga memperkecil biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan baku.
Penggunaan model JIT dalam pengelolaan persediaan bahan baku diawali dengan menghitung persediaan bahan baku yang digunakan ditambah masa tunggu. Setelah itu melihat dana yang seharusnya dikeluarkan untuk pembelian bahan baku tersebut. Dengan menggunakan JIT dari segi biaya penyimpanan akan terjadi penurunan, sedangkan untuk biaya pemesanan akan mengalami peningkatan. Disamping itu diadakan analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat diterapkannya JIT di PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri, perusahaan menggunakan model EOQ untuk mengelola persediaannya. Pada PT. Serba Guna Prima juga ditemukan beberapa faktor pendukung penerapan JIT, seperti terjalinnya kontrak kerjasama jangka panjang dengan pemasok, konsumen yang mayoritas tetap, lokasi pemasok yang tidak terlalu jauh. Setelah diadakan perbandingan antara model yang diterapkan perusahaan dengan JIT dilihat dari segi biaya pemesanan dan biaya penyimpanan terdapat selisih sebesar Rp. 13.002.756,17 pada tahun 2001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa JIT untuk pengelolaan persediaan bahan baku lebih efisien.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis menyarankan sebaiknya PT. Serba Guna Prima tetap menerapkan model EOQ karena melihat kondisi sekarang yang belum memungkinkan diterapkannya JIT. Apabila perusahaan ingin menerapakan JIT harus memenuhi beberapa hal diantaranya merubah lay out mesin, memastikan lead time tidak terlalu lama, terutama menyiapakan SDM yang tepat dan siap untuk mendukung JIT.

Aplikasi-aplikasi Siklus Keuangan ;
  • Aplikasi siklus keuangan
  • Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.
  • Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :
    • sistem pemilikan.
    • sistem catatan jurnal.

Aplikasi penerimaan kas melalui rekening ;

Kas adalah aktiva perusahaan yang paling lancar (licuid), karena kas merupakan unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya. Keadaan kas yang tinggi/rendah akan memberikan gambaran tentang perputaran uang kas dan keuntungan yang dapat dicapai perusahaan dari perputaran kas. PT Astra International Tbk – Isuzu merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang otomotif.
Selama melakukan penelitian di PT Astra International Tbk – Isuzu Bandar Lampung, penulis melihat proses penerimaankas pada bagian keuangan/kasir, mulai dari penerimaan kas pada bagian keuangan/kasir sudah terkomputerisasi sampai dengan pengarsipan dokumen tertata dengan baik. Hanya saja proses penerimaan kas dalam input kode rekening masih dilakukan secara manual sehingga hal ini sering mengakibatkan kesalahan dalam pengiputan kode rekening.
Didalam makalah ini penulis mencoba memberikan solusi yang dapat membantu karyawan PT Astra International Tbk – Isuzu Bandar Lampung dalam proses penerimaan kas, sehingga dapat membantu proses transaksi penerimaan kas pada bagian keuangan/kasir dan efisiensi dari karyawan dan tingkat kesalahan dapat diminimalisir.
Kata kunci: komputerisasi, kode rekening, kas, keuangan/kasir.

 Sumber : http://opickrockstar.wordpress.com/2012/10/28/aplikasi-aplikasi-siklus-produksi-dan-keuangan/