Senin, 03 Desember 2012

aplikasi produksi dan keuangan


 Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan

Aplikasi-aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan
Aplikasi siklus pendapatan dan pengeluaran. Aplikasi siklus pendapatan -Siklus pendapatan memproses transaksi akuntansi yang mencatat empat peristiwa ekonomi : permintaan barang dan jasa oleh pelanggan, pengiriman barang atau jasanya, permintaan pembayaran, dan tanda terima pembayaran.
-Pada siklus pendapatan, sistem yang terkomputerisasi menggunakan empat sistem aplikasi :
§ Aplikasi entri pesanan.
§ Aplikasi Pengiriman.
§ Aplikasi pengajuan rekening.
§ Aplikasi tanda terima kas.
-Aplikasi siklus pengeluaran -

-Pada siklus ini, sistem akuntansi yang didasarkan pada komputer menggunakan empat aplikasi :
§ Aplikasi pembelian.
§ Aplikasi penerimaan.
§ Aplikasi surat bukti.
§ Aplikasi disbursemen kas.

2. Aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan.
-Aplikasi siklus produksi
-Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
§ Perancangan Produk
§ Perencanaan dan Penjadwalan
§ Operasi Produksi
§ Akuntansi Biaya
-Aplikasi siklus keuangan
-Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.
  • diagram arus data (DFD) aplikasi pengendalian produksi
Dalam DFD (komposisi paket data dan komposisi penyimpanan data). Kamus data dibuatkan berdasarkan arus data dan penyimpanan data juga harus terdapat didalam kamus data, sehingga bila pemakai membaca dan ingin lebih lanjut mengenal tentang suatu arus data atau penyimpanan data  dapat mencari langsung dalam kamus data.

Menurut Al Bahra bin Ladjamudin B (2004:169)[10] “Diagram aliran data merupakan model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. Salah satu keuntungan menggunakan diagram aliran data adalah memudahkan pemakai atau user yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan”.
Sedangkan menurut Mahyuzir (2009:277)[11] “Diagram alir data (DFD = Data Flow Diagram) adalah teknik grafik yang digunakan untuk menjelaskan aliran informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran”.
Salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem adalah DAD (Diagram Arus Data). Penggunaan DAD dalam modeling tolls dipopulerkan oleh Tom DeMarco pada tahun 1978 serta Gane dan Sarson pada tahun 1979 dengan menggunakan  metode pendekatan metode analisis sistem terstruktur (Structured System Analysis).

  • Produksi Just-In-Time (JIT)

Penelitian ini bersifat studi kasus pada PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri. Judul penelitian ini adalah “ Penerapan Just In Time (JIT) untuk meningkatkan Efisiensi biaya Produksi pada PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi terutama bagian persediaan berkaitan dengan penerapan JIT, serta bagaimana JIT dapat meningkatkan efisiensi pada biaya produksi. Hasil penelitian bertujuan mengetahui tingkat efisiensi biaya produksi jika menggunakan JIT dibandingkan dengan yang digunakan perusahaan.
Konsep JIT dilandasi pemikiran untuk menghilangkan segala bentuk pemborosan yang terjadi dalam aktivitas produksi. Persediaan bahan baku bisa menjadi sumber pemborosan jika tidak dikelola dengan baik, serta dalam penentuan model persediaan juga harus tepat. Model persediaan yang tepat bermanfaat untuk mengontrol jumlah bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi. Manfaat dari konsep JIT salah satunya adalah menekan jumlah persediaan bahan baku pada tingkat minimum sehingga memperkecil biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan baku.
Penggunaan model JIT dalam pengelolaan persediaan bahan baku diawali dengan menghitung persediaan bahan baku yang digunakan ditambah masa tunggu. Setelah itu melihat dana yang seharusnya dikeluarkan untuk pembelian bahan baku tersebut. Dengan menggunakan JIT dari segi biaya penyimpanan akan terjadi penurunan, sedangkan untuk biaya pemesanan akan mengalami peningkatan. Disamping itu diadakan analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat diterapkannya JIT di PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Serba Guna Prima Pare-Kediri, perusahaan menggunakan model EOQ untuk mengelola persediaannya. Pada PT. Serba Guna Prima juga ditemukan beberapa faktor pendukung penerapan JIT, seperti terjalinnya kontrak kerjasama jangka panjang dengan pemasok, konsumen yang mayoritas tetap, lokasi pemasok yang tidak terlalu jauh. Setelah diadakan perbandingan antara model yang diterapkan perusahaan dengan JIT dilihat dari segi biaya pemesanan dan biaya penyimpanan terdapat selisih sebesar Rp. 13.002.756,17 pada tahun 2001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa JIT untuk pengelolaan persediaan bahan baku lebih efisien.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis menyarankan sebaiknya PT. Serba Guna Prima tetap menerapkan model EOQ karena melihat kondisi sekarang yang belum memungkinkan diterapkannya JIT. Apabila perusahaan ingin menerapakan JIT harus memenuhi beberapa hal diantaranya merubah lay out mesin, memastikan lead time tidak terlalu lama, terutama menyiapakan SDM yang tepat dan siap untuk mendukung JIT.

Aplikasi-aplikasi Siklus Keuangan ;
  • Aplikasi siklus keuangan
  • Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.
  • Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :
    • sistem pemilikan.
    • sistem catatan jurnal.

Aplikasi penerimaan kas melalui rekening ;

Kas adalah aktiva perusahaan yang paling lancar (licuid), karena kas merupakan unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya. Keadaan kas yang tinggi/rendah akan memberikan gambaran tentang perputaran uang kas dan keuntungan yang dapat dicapai perusahaan dari perputaran kas. PT Astra International Tbk – Isuzu merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang otomotif.
Selama melakukan penelitian di PT Astra International Tbk – Isuzu Bandar Lampung, penulis melihat proses penerimaankas pada bagian keuangan/kasir, mulai dari penerimaan kas pada bagian keuangan/kasir sudah terkomputerisasi sampai dengan pengarsipan dokumen tertata dengan baik. Hanya saja proses penerimaan kas dalam input kode rekening masih dilakukan secara manual sehingga hal ini sering mengakibatkan kesalahan dalam pengiputan kode rekening.
Didalam makalah ini penulis mencoba memberikan solusi yang dapat membantu karyawan PT Astra International Tbk – Isuzu Bandar Lampung dalam proses penerimaan kas, sehingga dapat membantu proses transaksi penerimaan kas pada bagian keuangan/kasir dan efisiensi dari karyawan dan tingkat kesalahan dapat diminimalisir.
Kata kunci: komputerisasi, kode rekening, kas, keuangan/kasir.

 Sumber : http://opickrockstar.wordpress.com/2012/10/28/aplikasi-aplikasi-siklus-produksi-dan-keuangan/

aplikasi siklus pendapatan

Aplikasi siklus pendapatan
Siklus pendapatan bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang dimiliki oleh perusahaan dengan kas yang dimiliki oleh konsumen. Perusahaan yang masih menggunakan system proses manual , dokumennya berbentuk hardcopy.Sistem pemprosesan terkomputerasi memudahkan dalam pencatatn peneluaran dan pendapatan
Tujuan perusahaan dalam pelaksanaan siklus pendapatan :
1.     Mencatat permintaan penjualan agar tepat dan akurat
2.     Memverifikasi kelayakan kredit konsumen
3.     Mengirimkan barang atau memberikan jasa tepat waktu sesuai dengan perjanjian
4.     Melakukan penagihan kepada konsumen pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar
5.     Membukukan penjualan dan penerimaan kas kedalam akun konsumen dengan tepat
6.     Mengamankan kas sampai dilakukan penyetoran barang
 Aplikasi siklus pengeluaran
Siklus ini memproses transaksi yang menggambarkan peristiwa ekonomi berikut : permintaan barang, penerimaan barang, mencatat kewajiban untuk membayar barang, dan membayar untuk barang itu.
Pada siklus ini, sistem akuntansi yang didasarkan pada komputer menggunakan empat aplikasi :
1. Aplikasi pembelian.
2. Aplikasi penerimaan.
3. Aplikasi surat bukti.
4. Aplikasi disbursemen kas.
Tujuan system pengeluaran yaitu:
1.     Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.     Menerima barang dalam kondisi baik.
3.     Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar.Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat.
4.     Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat.
5.     Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
Aplikasi-Aplikasi siklus produksi dan keuangan
Aplikasi-Aplikasi siklus produksi
Aplikasi siklus produksi = siklus yang didalamnya terdapat aspek-aspek untuk memproduksi barang atau jasa
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
1. Perancangan Produk
2. Perencanaan dan Penjadwalan
3. Operasi Produksi
4. Akuntansi Biaya
Aplikasi siklus keuangan
Aplikasi siklus keuangan = Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.
Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :
1. sistem pemilikan.
2. sistem catatan jurnal.
3. Sistem pelaporan keuangan.

1. Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
Apa sajakah dari empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan ?
Entri pesanan penjualan
Proses entri pesanan penjualan mencakup tiga tahap:
-      Mengambil pesanan dari pelanggan
-      Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
-      Memeriksa ketersediaan persediaan
-      Pengiriman
Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang diinginkan tersebut, proses ini terdiri dari dua tahap:
-      Mengambil dan mengepak pesanan
-      Mengirim pesanan tersebut
-          Penagihan dan Piutang Usaha
Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan, melibatkan:
-      Penagihan ke para pelanggan
-      Memelihara data piutang usaha
-          Penagihan Kas
Langkah keempat (terakhir) dalam siklus pendapatan adalah penagihan kas, melibatkan:
-      Menangani kiriman uang pelanggan
-      Menyimpannya ke bank
Tujuan utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.
2. Siklus Pengeluaran
Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.
Apakah tiga aktivitas bisnis dasar dalam siklus pengeluaran ?
a)   Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan.
  • Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]):
-           Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.
  • Metode-metode pengendalian persediaan alternatif :
-          MRP (material requirement planning)
Pendekatan ini bertujuan mengurangi tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan cara menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan.
-          JIT (just in time)
Sistem JIT berusaha untuk meminimalkan, jika bukan menghilangkan, baik biaya penggudangan maupun kekurangan persediaan.
b)   Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan.
  • Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi:
-      Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama:
1.     Memutuskan apakah menerima pengiriman
2.     Memeriksa jumlah dan kualitas barang
Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian.
Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.
-      Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembbayaran.
1.     Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar
2.     Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran
3. Siklus Produksi
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
-          Perancangan Produk
Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk.
Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.
-          Perencanaan dan Penjadwalan
Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan.
Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
-          Operasi Produksi
Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi aktual dari produk.
Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan.
-          Akuntansi Biaya
Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya.
Apakah tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya itu ?
i.    Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi
  • Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk.
  • Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan  untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan.
4. Siklus Keuangan/ Penggajian
Apakah aktivitas-aktivitas dasar yang dilakukan dalam siklus penggajian ?
i.    Perbarui File Induk Penggajian
ii.    Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak
iii.    Validasi Data Waktu dan Kehadiran
iv.    Mempersiapkan Penggajian
v.    Membayar Gaji
vi.    Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan
vii.    Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain

sumber : http://ichnurezha.wordpress.com/2012/11/16/aplikasi-aplikasi-siklus-pendapatan-pengeluaran-produksi-dan-keuangan/